Optimalisasi Pembinaan Narapidana dalam Upaya Mengurangi Overcapacity Lembaga Pemasyarakatan

Risang Achmad Putra Perkasa

Abstract


Overcapacity occurs because of the growth rate of inmates in prison that is not proportional to the number of dwellings in correctional institutions, besides that there are other factors of overcapaity, such as paradigms or factors of punishment received by prisoners themselves tend to be oriented towards institutional criminal or prison. This tends to have negative implications on a number of things including the low level of supervision and security and the occurrence of imprisonment. The overcapaity solution for prisoners inside the correctional facility includes non-institutional actions in the form of conditional penalties, probation, suspended crimes, compensation, restitution and the use of restorative justice.


Keywords


Inmate, Overcapacity, Restorative justice.

Full Text:

PDF

References


Andi Hamzah, Sistem Pidana dan Pemidanaan dari Retribusi ke Reformasi, Prad Pramita, (1986), hlm. 28.

Angkasa. 1993. Prisonisasi dan Permasalahan- nya Terhadap Pembinaan Narapidana (Suatu Studi di Lembaga Pemasyarakatan Semarang dan Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto. Semarang: Program Pasca- sarjana Bidang Ilmu Hukum Undip;

-------. 2004. Kedudukan Korban dalam Sistem Peradilan Pidana (Pendekatan Viktimolo- gis terhadap Korban Tindak Pidana Per- kosaan (Disertasi). Semarang: Universitas Diponegoro;

Atmasasmita, Romli. 1983. Kepenjaraan dalam suatu bunga rampai. Bandung; Armico

Budi Hermidi, Pembinaan Narapidana Sebagai Upaya Untuk Mewujudkan Tujuan Pemidanaan (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Magelang), Semarang: Universitas Diponegoro, (2001), hlm. 20.

DAFFANUR, F. (2018). PENJARA YANG TIDAK MENJERAKAN (Studi Tentang Kehidupan Narapidana Residivis pada Lembaga Pemasyarakatan di Jakarta) (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga)

Desy Maryani, “Faktor-Faktor Penyebab Tidak Tercapainya Tujuan Pemidanaan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia”, Jurnal Hukum Sehasen, Vol. 1 No. 1, (2015), hlm. 14.

Edwira, M. R. (2018). PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI OVER KAPASITAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN.

https://www.bphn.go.id/data/documents/pkj_2012_-_7.pdf

http://www.rakyatmerdeka.co.id

Hutabarat, R. R. (2017). Problematika Lembaga Pemasyarakatan dalam Sistem Peradilan Terpadu. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(1), 42-50.

Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tenaga Administrasi akan Dialihkan Menjadi Sopir, (Jakarta: Kemenpan), diakses pada tanggal 21 Mei 2015. http://www.menpan.go.id.

Loc.cit., hlm. 197.

Muladi, 1985. Lembaga pidana bersyarat. Bandung; alumni

Muladi dan Barda Nawawi Arief.1984. teori teori kebijakan pidana. Bandung.

Permana, D. Prisonisasi Dan Masalahnya Dalam Sistem Pemasyarakatan (Studi Kasus Pada Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tanjung Gusta Medan) (Master's thesis)

Prisonisasi atau Prisonization adalah istilah yang dicipta- kan oleh Donald Clemmer yang dikonsepkan sebagai “The taking on, in greater or lesser degree, of the falk- ways, more, customs and general culture of the peni- tentiary” (Stanton Wheeler, “Socialication in Correc- tiomal Institutions” dalam Sir Leon Radzinowichz and Marvis E Wolfgang (ed), Crime and Justice. New York: Basic Books, Inc. Publishers, tanpa tahun hlm.194)

Russ Immarigeon, 1999, "The Impact of Restorative Jus- tice Sanctions on the Lives and Well-Being of Crime Victims: A Review of the International Literature" in Restorative Juvenile Justice: Repairing the Harm of Youth Crime, edited by Gordon Bazemore and Lode Walgrave, Monsey, NY: Criminal Justice Press, hlm. 306.

Roger Hood and Richard Sparks, 1978. Key Issues in Criminology. Wiedenfeld and Nicolson, London: World University, hlm. 222.

Septa Juliana, Pelaksanaan Pembinaan Kemandirian Narapidanadi Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Universitas Islam Riau, hal 26.

ST.Harun Pudjiarto, HAM di Indonesia, Universitas Atmajaya: Yogyakarta, 1993, hal. 49-50, http://eprints.undip.ac.id/13284/

Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia no. 02-PK.04.10 tahun 1990

Tjahjani, J. (2019). KEBIJAKAN PENGETATAN PENJATUHAN PIDANA PENJARA SEBAGAI UPAYA MENGATASI OVERCAPACITY DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN. Jurnal Independent, 7(1), 151-155.

Tony Marshall, 1999, Restorative Justice: An Overview.London: Home Office Research Development and Statis- tics Directorate, hlm. 5.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v4i1.175

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Wajah Hukum Published by Faculty of Law, Batanghari University
Adress: Fakultas Hukum, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: wajahhukum.unbari@gmail.com


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.