Analisis Yuridis Kedudukan Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam Sistem Pemerintahan Papua

Thomfi Loho, A. Zarkasi, Arfai Arfai, Adithiya Diar

Abstract


The Papuan People's Assembly (MPR) is a cultural representation institution established within the framework of Papua's special autonomy to protect the rights of indigenous Papuans and uphold customary, religious, and women's values in regional governance. This study aims to analyze the legal standing of the MRP, the implementation of its authority, and the challenges of strengthening its role in the Papuan government system. The method used is normative legal research with a statutory, conceptual, and analytical approach. Legal materials were obtained through a literature review of relevant laws and regulations, scientific literature, and legal documents, then analyzed qualitatively through legal interpretation and juridical argumentation. The results of the study indicate that normatively, the MRP has a strategic position as a special institution that functions to provide consideration, approval, and protection for the rights of indigenous Papuans. However, in practice, the implementation of its authority has not been optimal due to its consultative nature, overlapping institutional relations, limited capacity, and the influence of politics and regional expansion policies. This study concludes that strengthening the role of the MRP requires regulatory refinement, increased institutional capacity, strengthened independence, and the establishment of more effective coordination so that the goals of special autonomy in Papua can be realized in a just and democratic manner.

Keywords


Majelis Rakyat Papua, Otonomi Khusus, Pemerintahan Daerah, Desentralisasi, Hukum Tata Negara.

Full Text:

PDF

References


Buku

Mardyanto Wahyu Tryatmoko, ‘Special Autonomy and Deteriorated Local Democracy in Papua, Indonesia’, in Indonesian Perspectives on Democracy, ed. Firman Noor and Sri Nuryanti, Singapore: Springer Nature Singapore, 2025

Jurnal

A. Fauzani, “Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang tentang Pemekaran Daerah Provinsi di Papua,” Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. 20, No. 3, (2023): 37

A. Sakti R.S. Rakia, Hermanto Suaib dan Kristi W. Simanjuntak, ‘Continuing the Limited Authority of the Majelis Rakyat Papua; a Missed Opportunity’, Cosmopolitan Civil Societies: An Interdisciplinary Journal, Vol. 13, No. 3 (2022): 79

Adithiya Diar, Hartati, and Saidatul Nadia Abd Aziz, ‘A Comparative Study of Anti-Corruption Education in Indonesia, Malaysia, Mexico and Ukraine’, Indonesian Comparative Law Review, Vol. 8, No. 1, (2025): 20

Aisah Putri Budiatri, “Dikotomi Identitas Keindonesiaan dan Kepapuaan Pasca Orde Baru,” Jurnal Penelitian Politik, Vol. 14, No. 1, (2017): 9

Andi Rahmat Hidayat, Otto Hospes, dan C. J. A. M. Termeer, “Why Democratization and Decentralization in Indonesia Have Mixed Results on the Ground: A Systematic Literature Review,” Public Administration and Development, Vol. 45, No. 2, (2025): 10

Andreas Manuel W. Lesnussa, Amalia Diamantina, and Sekar Anggun Gading Pinilih, “Tugas dan Fungsi Lembaga Majelis Rakyat Papua Barat dalam Upaya Perlindungan Hak-Hak Dasar Orang Asli Papua di Manokwari,” Diponegoro Law Journal, Vol. 13, No. 1, (2024): 4

Anggun Putri Priyani, “Implementasi Tugas dan Wewenang Majelis Rakyat Papua Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua,” El-Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, Vol. 1, No. 2, (2019): 11

B. Meteray, “Dinamika Perjuangan Status Politik Papua: Peran Elite Politik Papua Periode 1949–1961,” Jurnal Penelitian Politik, Vol. 21, No. 1, (2024): 105

Boediarso Teguh Widodo, “Evaluasi Dinamis Dampak Fiskal Otonomi Khusus terhadap Efisiensi Layanan Publik Dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Papua, Papua Barat dan Aceh Tahun 2011-2017,” Kajian Ekonomi Dan Keuangan, Vol. 3, No. 1, (2019): 32

Cahyo Pamungkas dan Devi Triindriasari, “Pemilihan Gubernur Papua 2018: Politik Identitas, Tata Kelola Pemerintahan dan Daya Hidup Orang Papua,” Jurnal Masyarakat dan Budaya 20, no. 3 (2019)

D. A. Kaisupy dan S. G. Maing, “Proses Negosiasi Konflik Papua: Dialog Jakarta–Papua,” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol. 10, No. 1, (2021): 82

Dafrin Muksin, Sahrail Robo, Ahmad Rizali Pawane, dan Sahrul Pora, “Motif Politik Rencana Pemekaran Daerah Otonomi Baru di Tanah Papua,” JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, Vol. 6, No. 2, (2021): 77

Deni Angela and Harsanto Nursadi, “Implementation of Asymmetrical Decentralization in Papua: Relevance to Demands and Problems,” Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 18, No. 4, (2024): 4

Diar, A., & Saputra, B. ‘Judicial Activism In Indonesia Constitutional Court: The Adjudication of Regional Election Disputes’, Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, Vol. 25 No. 2, (2025): 42

Dwi Wahyuni Firmansyah, “Otonomi Khusus Papua dalam Perspektif Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua,” Jurnal Bina Mulia Hukum, Vol. 12, No. 2, (2023): 205

E. Rubawati, “Papua dalam Media (Analisis Framing Media Lokal Radar Sorong dan Antara Papua Barat terhadap Pemberitaan Otonomi Khusus di Papua Barat),” Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 20, No. 3, (2018): 671

F. Sudarman, “Development of Socio-Cultural Competence of the Government Employees at the State Civil Service and Human Resource Development Agency of Biak Numfor Regency Papua Province,” Jurnal Bina Praja, Vol. 10, No. 1, (2018): 22

Firmana, “Politik Hukum Pertimbangan dan Persetujuan Majelis Rakyat Papua dalam Pembentukan Peraturan Daerah Khusus yang Responsif,” Jurnal Hukum Ius Publicum, Vol. 6, No. 1, (2025): 20

Haryanto, Cornelis Lay, and Bambang Purwoko, ‘Asymmetrical Decentralization, Representation, and Legitimacy in Indonesia: A Case Study of the Majelis Rakyat Papua’, Asian Survey, Vol. 58, No. 2, (April 2018): 32

Hendy Setiawan dan Choirunnisa, “The Paradox of Special Autonomy: Why Does Wealth Make Papua Poor?,” Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Vol. 36, No. 3, (2023): 408

Ikrar Nusa Bhakti dan Natalius Pigay, “Menemukan Akar Masalah dan Solusi atas Konflik Papua: Supenkah?,” Jurnal Penelitian Politik, Vol. 9, No. 1, (2016): 81

Isnaini, “Model Evaluation of Papua and West Papua Province’s Special Autonomous,” Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies, Vol. 2, No. 1, (2022): 88

Jauhar Nashrullah, “Tantangan Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak Nasional 2024 di Empat Provinsi Baru Papua,” Lex Renaissance, Vol. 8, No. 2, (2024): 214

Klaus Robi Rengen, “Kelembagaan Majelis Rakyat Papua Barat (MRP-PB) dalam Otonomi Khusus,” Journal of Governance and Public Policy, Vol. 4, No. 3, (2017): 68

Mardyanto Wahyu Tryatmoko, “Politik Kebijakan Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua,” Jurnal Penelitian Politik, Vol. 9, No. 1, (2016): 18

Markus Ningmabin, “Pengaruh Keputusan Kultural Majelis Rakyat Papua Nomor III/ KK-MRP/2009 Tentang Kebijakan Khusus dalam Rangka Keberpihakan, Perlindungan dan Pemberdayaan Orang Asli Papua Terhadap Kinerja Kerja Pemerintahan Daerah,” Pranata Hukum, Vol. 7, No. 1, (2012): 78

Muridan Satrio Widjojo dan Aisah Putri Budiatri, “UU Otonomi Khusus bagi Papua: Masalah Legitimasi dan Kemauan Politik,” Jurnal Penelitian Politik, Vol. 9, No. 1, (2016): 22

P. Prabowo dkk., “Akuntansi Politik: Faktor Politik dalam Pengelolaan Anggaran Otonomi Khusus Papua,” Jurnal Akuntansi Bisnis, Vol. 15, No. 1, (2021): 2

Paulus Rudolf Yuniarto, “Analisis Strata Sosial-Ekonomi-Politik dalam Program Pembangunan Berbasis Masyarakat (PNPM Respek) di Kabupaten Merauke,” Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 20, No. 3, (2018), https://doi.org/10.14203/jmb.v20i3.722

R. Saktina and K. Khoirunnurrofik, “The Effect of Geographical Conditions on the Role of the Special Autonomy Fund for the Availability of Road Infrastructure in Papua,” Jurnal Bina Praja, Vol. 14, No. 1, (2022): 2

Robert Siburian, “Akses dan Pengelolaan Sumber Daya Hutan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat di Kabupaten Manokwari,” Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 20, No. 3, (2018), https://doi.org/10.14203/jmb.v20i3.727

Rooseno Rooseno, ‘Eksistensi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (Existence of The Act Number 21/2001 On Special Authonomy of Papua Province)’, Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol. 16, No. 1, (August 2016): 61

Rosita Dewi, ‘Hijacking Adat Recognition Through the Establishment of New Customary Community Council in Papua, Indonesia’, Asia & the Pacific Policy Studies, Vol. 4, No. 3, (September 2017): 55

Rosita Dewi, “Dilema Percepatan Pembangunan dan Permasalahan Pembangunan Berkelanjutan dalam Pelaksanaan MIFEE di Merauke,” Jurnal Penelitian Politik, Vol. 9, No. 1, (2016): 1

Safitri Wahyuni dkk., “Reformulasi Desain Kewenangan Lembaga Kultural dalam Otonomi Khusus Papua (Studi Kritis atas Praktik Kewenangan Majelis Rakyat Papua),” Jurnal Komunikasi Hukum, Vol. 7, No. 1, (2021): 78

Safiudin, “Politik Hukum Pengangkatan Orang Asli Papua dalam Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah di Papua,” Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, Vol. 4, No. 1, (2022): 916

Saiful Anwar, Agus Riwanto, and Arief Hidayat, “Direct Regional Head Elections in Papua: Problems, Solutions, and Reforms,” Jurnal Konstitusi, Vol. 22, No. 4, (2025): 79

Simon Butt, ‘The Indonesian Constitutional Court: Reconfiguring Decentralization for Better or Worse?’, Asian Journal of Comparative Law, Vol. 14, No. 1, (July 2019): 19

Sri Yanuarti, “Kemiskinan dan Konflik Papua di Tengah Sumber Daya yang Melimpah,” Jurnal Penelitian Politik, Vol. 9, No. 1, (2016): 14

Suharyo Suharyo, “Otonomi Khusus di Papua dan Aceh sebagai Perwujudan Implementasi Peranan Hukum dalam Kesejahteraan Masyarakat,” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, Vol. 5, No. 3, (2016): 34

Tri Mulyani, A. Heru Nuswanto, and Sukimin, “Sistem Noken di Provinsi Papua: Studi Putusan MK Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009,” Jurnal Ius Constituendum, Vol. 5, No. 1, (2020): 83-110

U. Pakasi, “Local Community Empowerment in the Special Autonomy Law in Papua Province,” Jurnal Studi Pemerintahan, Vol. 3, No. 2, (2012): 355

Vedi R. Hadiz, “Decentralization and Democracy in Indonesia: A Critique of Neo-Institutionalist Perspectives,” Development and Change, Vol. 35, No. 4, (2004): 4

W. Lesnussa, Andreas M., Amalia Diamantina, and Sekar A. G. Pinilih, “Tugas dan Fungsi Lembaga Majelis Rakyat Papua Barat dalam Upaya Perlindungan Hak-Hak Dasar Orang Asli Papua di Manokwari,” Diponegoro Law Journal, Vol. 13, No. 1, (2024): 55

Yannice Luma Marnala Sitorus, “Kehidupan Orang Asli Papua di Distrik Tiom Setelah Pemekaran Kabupaten Lanny Jaya,” Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 20, No. 3, (2018), https://doi.org/10.14203/jmb.v20i3.985

Zainul Rahman dan Dede Sri Kartini, “Analisis Dampak Otonomi Khusus dalam Upaya Optimalisasi Sektor Pendidikan di Provinsi Papua,” Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik, Vol. 18, No. 2, (2023): 67

Peratuarn Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, LNRI 2014 Nomor 244.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, LNRI Nomor 155 (TLNRI Tahun 2021 Nomor 6697.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54

Tahun 2004 Tentang Majelis Rakyat Papua, LNRI Tahun 2004 Nomor 165.

Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia Nomor 64 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2004 Tentang Majelis Rakyat Papua, LNRI Tahun 2008 Nomor 112, TLNRI Nomor 4884.

Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua Nomo 4 Tahun 2008 Tentang Pelaksanan Tugas dan Wewenang Majelis Rakyat Papua

Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pelaksanan Hak dan Kewajiban Majelis Rakyat Papua

Peraturan Daerah Khusus Provinis Papua Nomor 5 Tahun 2023 Tentang Tata Cara Pemilihan Anggota Majelis Rakyat Papua Tentang Perubahan Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pemilihan Anggota Majelis Rakyat Papua




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v10i1.2091

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Wajah Hukum Published by Faculty of Law, Batanghari University
Adress: Fakultas Hukum, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: wajahhukum.unbari@gmail.com


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.