Mens Rea dalam Pembuktian Tindak Pidana Korupsi Pelaku Usaha Jasa Profesional: Putusan 171/PID.SUS-TPK/2025/PN MDN

Shafira Setiasih Sangadji, Rara Indah Rahma Sari, Wida Hasna Bahiyah, Yanuriansyah Ar Rasyid

Abstract


Corruption crimes fall into the category of extraordinary crimes that require the unity of actus reus and mens rea, in accordance with the principle of geen straf zonder schuld in Article 36 paragraphs (1) and (2) of Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code. This research examines the position of mens rea in proving Articles 2 and 3 of the Anti-Corruption Law, as well as how the limits of dolus differentiate professional errors from criminal liability for corruption, using legislative, conceptual, and case law approaches considering Decision Number 171/Pid.Sus-TPK/2025/PN Mdn as primary legal material. The research results show that both articles require proof of dolus directus, not dolus indirectus or dolus eventualis, and the panel of judges rejected the indictment because the mere difference in audit results cannot replace the proof of dolus that stands alone. This finding emphasizes that the prosecution of corruption against professional service providers requires a strict standard of mens rea proof so that contractual breaches are not criminalized as corruption offenses.

Keywords


Corruption Crime, Dolus, Mens Rea

Full Text:

PDF

References


Buku

Arief, Barda Nawawi. Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Prenada Media, 2018.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Jurnal

Agustin, Etty, dan Tanudjaja Tanudjaja. "Kealpaan Sebagai Bentuk Kesalahan dalam Pidana: Telaah Unsur Subyektif dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023." Journal of Innovation Research and Knowledge, Vol. 5, No. 10, (2026). https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12536.

Ar, Aris Munandar, Wirda Wirda, Aditya Slamet Rusbandi, Muhammad Zulhendra, Saiful Bahri, dan Danang Fajri. "Peran Niat (Mens Rea) dalam Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia." Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, Vol. 1, No. 3, (2024): 240–52. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.140.

Fadhila, Kharisma Wulan. "Reformasi Hukum Pidana dan Pertanggungjawaban Korporasi dalam UU KUHP 2023." Action Research Literate, Vol. 8, No. 3, (2024): 649–57. https://doi.org/10.46799/arl.v8i3.277.

Fatkhurohman, dan Nalom Kurniawan. "Pergeseran Delik Korupsi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016." Jurnal Konstitusi, Vol. 14, No. 1, (2017): 1–21. https://doi.org/10.31078/jk1411.

Mallarangeng, Andi Bau, Firman Mustari, dan Ismail Ali. "Pembuktian Unsur Niat Dikaitkan dengan Unsur Mens Rea dalam Tindak Pidana Korupsi." Legal Journal of Law, Vol. 2, No. 2, (2023): 11–24.

Miru, Grazia Vione, Salmon Eliazer Marthen Nirahua, dan Hadiba Zachra Wadjo. "Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Jabatan dalam Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa." PATTIMURA Legal Journal, Vol. 2, No. 2, (2023): 74–77. https://doi.org/10.47268/pela.v2i2.8602.

Pridiani, Dita Ananda, dan Maddenleo T. Siagian. "Kerugian Proyek Sebagai Akibat Wanprestasi: Analisis Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung RI No. 358 K/Pid/2020." Indonesia of Journal Business Law, Vol. 4, No. 2, (2025): 57–62. https://jurnal.itscience.org/index.php/ijbl/article/view/6543.

Rays, Moh. Ikhwan. "Tinjauan Hukum Delik Pembunuhan, Delik Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian dan Delik Kealpaan Menyebabkan Kematian." Jurnal Yustisiabel, Vol. 1, No. 1, (2017): 83–99. https://lonsuit.unismuhluwuk.ac.id/yustisiabel/article/view/406.

Utoyo, Marsudi, dan Kinaria Afriani. "Sengaja dan Tidak Sengaja dalam Hukum Pidana Indonesia." Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 7, No. 1, (2020): 75–85. https://ojs.stihpada.ac.id/index.php/lexlibrum/article/view/298.

Website

https://sipp.pn-medankota.go.id/index.php/detil_perkara.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260401154950-12-1343397/pertimbangan-majelis-hakim-vonis-bebas-videografer-amsal-sitepu.

https://www.hukumonline.com/berita/a/beberapa-catatan-mengenai-unsur-sengaja-dalam-hukum-pidana-oleh--nefa-claudia-meliala-lt5ee99dda4a3d2/.

https://www.hukumonline.com/berita/a/mengenali-unsur-mens-rea-dalam-praktik-peradilan-lt6891cfd2705a0/.

https://www.hukumonline.com/berita/a/pakar-nilai-jaksa-keliru--jasa-profesional-amsal-sitepu-bukan-korupsi-lt69ca50974cb9e/.

https://www.hukumonline.com/klinik/a/asas-tiada-pidana-tanpa-kesalahan-geen-straf-zonder-schuld-lt664c9ff651e23/.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v10i2.2215

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Wajah Hukum Published by Faculty of Law, Batanghari University
Adress: Fakultas Hukum, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: wajahhukum.unbari@gmail.com


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.