Kajian Hukum Kualifkasi Sanksi Kebiri Kimia Sebagai Sanksi Tindakan dalam Hukum Pidana di Indonesia

Tantimin Tantimin

Abstract


Castration is an action given to perpetrators of sexual crimes against children, in addition to imprisonment and fines. The purpose of this article is to find out the basic differences between criminal sanctions and action sanctions, to know the position of castration as an action sanction in criminal law and to analyze the castration penalty does not apply to children as perpetrators of sexual crimes. This research uses doctrinal legal research. Sources of legal information use primary legal materials (regulations and relevant documents) for further qualitative analysis. The approach used is statutory, conceptual, and analysis to help solve the problem formulation. The results of the research show that, at first glance, criminal sanctions and sanctions are often vague to distinguish, but at the level of basic ideas, there are very clear differences between the two types of sanctions. The reactive nature of an act is contained in the criminal sanction which connotes giving an affliction, while the anticipatory nature of the perpetrator of the act is contained in the sanction of action which connotes giving a remedy. The position of castration in the criminal system in Indonesia is not a principal, additional or a burden, but includes a sanction of action. Actions in the form of chemical castration are exempted for child offenders.


Keywords


Qualifications; Castration Sanctions; Action Sanctions; Criminal Law

Full Text:

PDF

References


Buku

Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP baru, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Gerstenfeld, Phyllis B. Crime & Punishment in The United States, Salem Press, Inc, Prasedana, New Jersey: California Hackensack, 2008.

Hiariej, Eddy O.S. Prinsip-Prinsip Hukum Pidana: Edisi Revisi, Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka, 2016.

Sholehuddin. Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana: Ide Dasar Double Track System & Implementasinya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.

Soekanto, Soerjono. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta: Rajawali, 1983.

Sudarto, Hukum dan Hukum Pidana, Bandung: Alumni, 2005.

Sutatiek, Sri. Rekonstruksi Sistem Sanksi dalam Hukum Pidana Anak di Indonesia, Yogyakarta: Pressindo, 2013.

Suwarnatha, I Nyoman Ngurah. Tujuan Pemidanaan Sanksi Tindakan Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Seminar Nasional Hukum Dan Ilmu Sosial Ke-2, Denpasar: Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional, 2018.

Widodo, Supriyadi. dkk., Menguji Euforia Kebiri: Catatan Kritis atas Rencana Kebijakan Kebiri (Chemical Costration) bagi Pelaku kejahatan Seksual Anak di Indonesia, Jakarta Selatan: Aliansi 99 Tolak Perppu Kebiri, 2016.

Jurnal

Amboro, Yudhi Priyo, and Fandias Fandias. “Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Pencucian Uang Dalam Tindak Pidana Korupsi di Indonesia.” Journal of Judicial Review 16.1 (2017): 74-89.

Hasanah, Nur Hafizal., & Eko Soponyono. “Kebijakan Hukum Pidana Sanksi Kebiri Kimia dalam Perspektif HAM dan Hukum Pidana Indonesia.” Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol.7, No.3 (2018): 305-317.

Jaya, Febri. “Urgensi Pembatasan Pemilikan dan Penguasaan Tanah Untuk Rumah Tinggal.” Legalitas: Jurnal Hukum 12.2 (2020): 198-209.

Jaya, Febri. “Perlindungan Hak-Hak Pekerja Perempuan Pasca Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Dalam Omnibus Law.” Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum 8.12 (2020): 1886-1897.

Kurniawan, Syukri, Hari Sutra Disemadi, & Ani Purwanti. “Urgensi Pencegahan Tindak Pidana Curang (Fraud) Dalam Klaim Asuransi.” Halu Oleo Law Review Vol.4, No.1 (2020): 38-53, hlm. 39.

Lasmadi, Sahuri., dkk. “Islamic Criminal Law Review on the Duality of Principles of Legality in the Draft of Indonesia Criminal Law Code”, International Journal of Innovation, Creativity and Change Vol. 14. No.2, (2020): 942-958.

Materni, Mike C. “Criminal Punishment and the Pursuit of Justice”, British Journal of American Legal Studies Vol.2, No.1, (2013): 263-304.

Onsu, Imelda Yulita. “Kajian Yuridis Hukum Kebiri Dalam Perspektif Negara Yang Berdasarkan Pancasila”, Lex Privatum Vol.3, No.3, (2020): 65-75.

Probosiwi, Ratih., & Daud Bahransyaf. “Pedofilia dan Kekerasan Seksual: Masalah dan Perlindungan Terhadap Anak”, Sosio Informa Vol.1, No.1, (2015): 29-40.

Windari, Rusmilawati., & Azmi Syahputra. “Menakar Aspek Kemanfaatan dan Keadilan Pada Sanksi Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Anak Di Indonesia.” Soumatera Law Review Vol.3, No.2 (2020): 247-264.

Yulio, Gusti Ngurah. “Tinjauan Yuridis Terhadap Hukuman Kebiri Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Kepada Anak”, Jurnal Kertha Wicara Vol.7, No.2, (2018): 1-15.

Zulfa, Eva Achjani. “Pergeseran Paradigma Pemidanaan Di Indonesia”, Jurnal Hukum dan Pembangunan Vol.36, No.3, (2006): 389-403.

Website

Amanda, Maria. Penjelasan Dokter Boyke tentang Dampak Kebiri Kimiawi, https://lifestyle.okezone.com/read/2016/06/01/481/1403478/penjelasandokter-boyke-tentang-dampak-kebiri-kimia, Diakses Pada Tanggal 14 Desember 2020.

Rizka, Fitriani Aulia. Peringatan 30 Tahun Ratifikasi Konvensi Hak Anak, https://www.tagar.id/peringatan-30-tahun-ratifikasi-konvensi-hak-anak, Diakses pada Tanggal 13 Desember 2020.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v5i1.302

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Wajah Hukum Published by Faculty of Law, Batanghari University
Adress: Fakultas Hukum, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: wajahhukum.unbari@gmail.com


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.