Kedudukan Alat Bukti Forensik dalam Proses Pembuktian Perkara Pidana Aborsi

Thania Khairunisa, Puti Priyana

Abstract


Crimes that often occur in Indonesia has become a sure thing to happen every day, so in uncovering criminal cases such as theft, murder and others, there needs to be evidence to uncover the cause of a crime which is necessary to examine a criminal case in which forensic medical science is very helpful to law enforcement officials to uncover a criminal act , both the examination of the living and the dead. So what needs to be understood here is the role of any and the strength of forensic legal evidence in the settlement of criminal cases. using normative methods, the specifications of this study are used that are descriptive. In the future, we can find out what are the roles of forensic medicine and the legal force of forensic evidence in the process of proof of criminal acts, especially in abortion crimes that often occur in Indonesia.


Keywords


Forensic Medicine, Evidence, Abortion.

Full Text:

PDF

References


Buku

Soekanto, Soerjono, dan Sri Mamudji. (2011). Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Soekanto, Soerjono. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Depok: Raja Grafindo Persada.

Peraturan Perndang-Undangan

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Peraturan Kepala Kepolisian Nomor 12 Tahun 2011 tentang Kedokteran Kepolisian.

Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Artikel Jurnal Online

Al Hakim, Abdurrahman, dkk. (2021). Kajian Hukum Perbandingan Kemudahan Investasi Asing di Singapura dan di Kota Batam. Indonesia Beserta Legal Standing OSS Dalam Penerapannya, Jurnal Wajah Hukum, Vol. 5(2).

Dewantara, Reka. (2014). Rekonseptualisasi Asas Demokrasi Ekonomi Dalam Konstitusi Indonesia. Arena Hukum Vol. 7, No. 2,(Agustus).

Fitrah, Tongku Adhil, (2020). Peran Visum et Repertum sebagai Alat Bukti pada Pembuktian Abortus Provokatus Kriminalis. Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Haryanti, Dilla. (2013). Peranan Visum Et Repertum Sebagai Salah Satu Alat Bukti Di Persidangan Dalam Tindak Pidana Perkosaan. Jurnal Constitutum. Vol. 13, No. 1. Oktober.

Muksin, Muchlas Rastra Samara, Nur Rochaeti. (2020). Pertimbangan Hakim Dalam Menggunakan Keterangan Ahli Kedokteran Forensik Sebagai Alat Bukti Tindak Pidana Pembunuhan. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia. Vol. 2, No. 3.

Monita, Yulia, Dheny Wahyudhi. Peranan Dokter Forensik Dalam Pembuktian Perkara Pidana.

Tarore Jonathan, Freedom Branky. (2013). Penguguran Kandungan Akibat Pemerkosaan Dalam KUHP. Lex Crimen, Vol. 2, No. 2.

Widowati. Tindakan Aborsi Dalam Sudut Pandang Hukum Dan Kesehatan Di Indonesia. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulungagung.

Skripsi

Endrawati, Netty. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Anak Di Sektor Informal (Studi Kasus di Kota Kediri., Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum. Surabaya: UNTAG. Tidak dipublikasikan.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v6i1.614

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Wajah Hukum Published by Faculty of Law, Batanghari University
Adress: Fakultas Hukum, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: wajahhukum.unbari@gmail.com


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.